PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kurikulum Merdeka yang merupakan episode lima belas (15)
dari Program Merdeka Belajar adalah langkah awal bagi para pendidik untuk
berbenah dan melakukan perubahan tentang bagaimana membelajarkan peserta didik.
Diluncurkan sejak 2022 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan
Teknologi (Kemendikbudristek) yang kemudian menetapkan Kurikulum Merdeka
sebagai kurikulum nasional. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang
memberikan keleluasaan kepada pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar mereka. Pada
bulan April tahun 2021 memulai tanggungjawab baru yang telah diberikan kepada
saya untuk memimpin sekaligus merintis satuan pendidikan yang baru.
Kondisi awal satuan pendidikan yang baru akan dirintis dengan asset seadanya
maka dengan program baru pemerintah tersebut,
saya jadikan motivasi untuk melakukan langkah cepat agar bisa langsung aktif di
tahun pertama berdirinya satuan pendidikan ini. Setelah lengkap dari segi administrasi dan sudah ada tim yang akan
menjadi rekan kerja saya dalam memimpin satuan ini maka saya masih sangat butuh dukungan dari berbagai pihak
untuk mengantar satuan pendidikan yang diamanahkan kepada saya yaitu TK PAUD
Negeri Percontohan Enrekang. Dengan nama
“Percontohan” merupakan tantangan
untuk menyesuaikan dengan realisasinya sebagai TK
Percontohan yang
ada di Kabupaten Enrekang. Penting
untuk melakukan perubahan segera agar bisa memfasilitasi kegiatan dan menjadikan satuan pendidikan ini sebagai rumah kedua
untuk anak-anak bahagia Enrekang dan dengan Kurikulum Merdeka 4-si
saya optimis bisa mengantarkan lebih cepat untuk
mewujudkan mimpi tersebut. Sebagai pemimpin satuan pendidikan saya harus mulai
memikirkan langka-langkah yang cepat dan tepat dengan menjadikan Kurikulum
Merdeka sebagai jembatan yang kokoh untuk menjadikan satuan pendidikan kami
sebagai rumah kedua yang membuat rindu dan bisa memotivasi
teman-teman diluar sana bahwa dengan niat yang tulus, mau berkorban bisa
menjadi kekuatan dibantu dengan Kurikulum Merdeka yang sangat berpihak pada
kebahagiaan peserta didik. Alasan
ini kemudian yang membuat saya ingin membagikan pengalaman praktik baik yang
saya lakukan sebagai Kepala Sekolah untuk melakukan langka-langkah agar bisa
mencapai tujuan kami dan Kurikulum Merdeka
4-si sebagai jembatannya
walau dengan usia satuan yang masih sangat muda.
B.
Tantangan
Tantangan bagi saya dalam mewujudkan mimpi menjadikan satuan kami menjadi Rumah Kedua Anak Bahagia Enrekang
dengan KuMer 4-si antara lain :
1. Persepsi/cara pandang rekan-rekan pendidik yang merupakan
tim satuan pendidikan kami yang belum semua memiliki pemahaman dan cara pandang
yang sama menyikapi kurikulum nasional yang baru ini.
2. Sarana dan Prasarana di awal berdirinya satuan pendidikan
ini yang belum bisa untuk mengakomodir kegiatan belajar bermain anak dengan
maksimal terutama dari segi dana.
3. Semangat tim yang naik turun dikarenakan kondisi yang
masih baru sehingga masih sangat terbatas untuk melakukan pergerakan. Perubahan
yang ingin dilakukan ini membuat kami berpikir lebih keras sehingga kadang
mengakibatkan stres diantara kami tim satuan pendidikan TK PAUD Negeri
Percontohan Enrekang.
4. Kepercayaan dari masyarakat untuk memasukkan anaknya ke
satuan pendidikan kami saat awal berdirinya sangat kurang karena mereka
beranggapan bahwa satuan pendidikan kami terbilang baru jadi dianggap belum
bisa setara dengan satuan-satuan pendidikan yang lain.
Adapun yang terlibat
dalam proses praktik baik yang saya lakukan, dan sangat membantu upaya untuk
mewujudkan mimpi kami, antara lain:
1.
Pemerintah
Pusat, yang telah memfasilitasi gedung dan beberapa sarana dan prasarana dasar
untuk menjalankan satuan pendidikan ini.
2.
Pemerintah
Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang yang
memberikan saya kesempatan untuk memimpin satuan pendidikan ini dan memberikan
kesempatan-kesempatan untuk banyak belajar tentang pengembangan satuan
pendidikan.
3.
Rekan
pendidik yang secara bergotong royong dan berkolaborasi untuk menghadapi semua
situasi hingga bisa sampai pada kondisi saat ini.
4.
Masyarakat
yang pada awal berdirinya satuan pendidikan ini mau mempercayakan anaknya
kepada kami.
5.
Mitra
toko yang memberikan saya kepercayaan untuk melengkapi fasilitas kami dengan
cara yang lebih dimudahkan dengan sistem bayar kemudian.
6.
Mitra
kesehatan dalam hal ini Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kota yang membantu
kami untuk memantau tumbuh kembang anak.
7.
Pengawas
Sekolah yang selalu memantau dan memberi masukan untuk perkembangan satuan pendidikan kami.
8.
Keluarga
yang memberi dukungan tenaga, pikiran dan materi yang siap kami angkut
barang-barang yang tidak terpakai di rumah untuk melengkapi fasilitas di satuan
pendidikan kami.
Jangan
Alergi dengan Perubahan…Ikhlas dan Tulus kuncinya
|
A K S I
( JURUS JITU 4-si )
Langkah-langkah atau jurus jitu
yang saya lakukan agar bisa mewujudkan Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang dengan
KuMer ( Kurikulum Merdeka
) adalah
dengan aksi 4-si yaitu :
1)
Menginisiasi
Agar tujuan untuk menjadikan satuan pendidikan
menjadi rumah kedua anak selalu bahagia dengan mengimplementasikan Kurikulum
Merdeka maka sebagai Kepala Sekolah saya selalu menginisiasi
perubahan-perubahan yang perlu untuk segera diambil agar semakin dekat dengan
impian kami.
2)
Memfasilitasi
Agar segala sesuatu berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan maka sebagai
pimpinan satuan pendidikan saya harus berupaya terlebih dahulu untuk memfasilitasi
semua kebutuhan satuan pendidikan,
pendidik dan para peserta didik. Pada bagian ini kami tidak khawatir untuk
menggunakan dana pribadi terlebih dahulu karena kami yakin dengan kondisi
sekolah yang bersih, nyaman dan menyenangkan maka akan menarik minat para
orangtua untuk menitip dan menyekolahkannya di satuan kami.
3)
Berkolaborasi
Impian saya untuk menjadikan satuan pendidikan kami
menjadi Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang dengan KuMer ( Kurikulum Merdeka ) 4-si tidak akan berhasil jika tidak dilakukan
bersama-sama semua pihak satuan pendidikan . Saya berkolaborasi dengan berbagai pihak
antara lain Dinas Pendidikan, Pengawas, Pendamping Satuan, Masyarakat / Komite,
Mitra-mitra dan yang paling penting rekan sesama Pendidik yang banyak
mengorbankan waktu, tenaga dan fikiran untuk bisa mengimplementasikan Kurikulum
Merdeka agar bisa mewujudkan tujuan bersama yaitu membuat anak-anak bahagia.
4)
Refleksi
Dari awal berdirinya dan kini
berusia 3 tahun 5 bulan mengalami banyak
perjalanan dan kadang naik kadang turun dan untuk bisa terus berbenah mencari
apa yang masih perluh untuk diperbaiki dan apa yang sudah berjalan dengan baik
maka saya selalu melakukan refleksi secara rutin dan berkesinambungan. Hal ini kami lakukan 1 (satu) kali
dalam sepekan dan paling lama 1 (satu) kali dalam 2 (dua) pekan, namun tidak
menutup kemungkinan jika dibutuhkan refleksi karena sesuatu yang insidental
maka kami akan melakukannya segara di Kombel SIAP + B yang merupakan wadah kami menyelesaikan semua
tantangan dan tempat belajar bersama.
Dengan jurus jitu aksi 4-si ini saya kemudian bisa
mengatasi tantangan yang muncul dalam perjalanan menjadikan satuan pendidikan kami
menjadi Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang dengan KuMer (Kurikulum Merdeka) 4-si antara lain tantangan menyamakan persepsi tim
dilakukan dengan banyak melakukan inisiasi agar rekan-rekan mau selalu
memperbaharui pengetahuan dan saling mendukung untuk meminimalisir kekurangan
masing-masing. Dalam hal sarana dan prasarana saya menginisiasi untuk bekerja
sama dengan beberapa pihak yang percaya dengan saya dan juga dengan keluarga
yang bisa memberikan dukungan dari segi sarana dan prasarana. Karena usaha
tersebut proses fasilitasi di satuan pendidikan saya terbilang cepat
ditambah lagi di tahun kedua kami sudah memperoleh dukungan dari Pemerintah
dalam bentuk bantuan BOP PAUD Reguler dan juga BOP Kinerja karena satuan kami terpilih sebagai satu-satunya
Sekolah Penggerak Angkatan 3 di Kabupaten
Enrekang jenjang PAUD. Dalam perjalanannya tentu
semangat bisa naik dan turun dan dengan semangat kolaborasi kami selalu saling
menyemangati dan mendukung satu sama lain jika memperoleh kendala dan dengan
rekleksi itulah kami banyak menyelesaikan masalah, mendapatkan inspirasi dari
praktik baik yang dilakukan teman dan juga menjadi jalan membentuk Komunitas
Belajar Satuan kami yang disebut Kombel SIAP + B ( Sigap, Inovatif, Aktif dan Peduli ditambah harus Bahagia ).
Sumber Daya yang saya gunakan
untuk mendukung praktik baik ini antara lain :
a.
Sumber Daya Manusia : Tim TK PAUD Negeri Percontohan
Enrekang mulai dari Kepala Sekolah, Pendidik, Operator dan Pengawas Sekolah.
b.
Kurikulum Merdeka : Buku Panduan Kurikulum Merdeka,
Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), Modul Ajar, Modul Proyek dan
Instrumen Asesmen yang saling berhubungan dan bersifat fleksibel sesuai
kebutuhan satuan pendidikan dan peserta didik.
c.
Teknologi : Akse Internet, Laptop, Proyektor dan
Platform Pembelajaran Online ( PMM, PAUD PEDIA, Rumah Belajar ).
d.
Sumber Daya Keuangan : Dana Sekolah dari Masyarakat,
Bantuan Operasional Sekolah ( Reguler dan Kinerja ).
e.
Kemitraan : Toko Pendukung / Sponsor Sekolah, Mitra
Kesehatan, Gugah Nurani Indonesi (GNI) yang menjadikan satuan pendidikan kami
sebagai role mode satuan pendidikan berkualitas.
f. Komunikasi Efektif Internal dan eksternal (Pihak Sekolah dengan Pemerintah).
PENUTUP
REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK
A.
Hasil
Dari perubahan dengan mengimplementasikan Kurikulum
Merdeka 4-si untuk menjadikan satuan pendidikan kami menjadi Rumah
Ke-2 Anak Bahagia Enrekang memberikan hasil signifikan dan banyak memberikan
manfaat langsung untuk keberlangsungan satuan pendidikan TK PAUD Negeri
Percontohan Enrekang, antara lain :
1. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan TK PAUD Negeri
Percontohan Enrekang , Modul Ajar, Modul Proyek dan Instrumen siap membersamai
untuk menjalankan Kurikulum Merdeka ini.
2. Pembelajaran dengan berbasis IT sudah dilakukan pendidik
untuk mengantar anak terbiasa dengan teknologi.
3. Peserta didik kini bebas mengekspresikan ide-idenya.
4. Pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah untuk kegiatan
pemeblajaran sehingga anak tidak selalu belajar / bermain di dalam kelas saja.
5. Kegiatan disesuaikan dengan kelender berjalan dan kondisi
daerah Enrekang.
6. Anak-anak sudah terbiasa tampil sesuai dengan apa yang
mereka sukai.
7. Anak-anak juga berani dan terlatih tampil di depan teman
dan orang banyak.
8. Anak-anak bisa membuat karya atau menampilkan karya
dengan bekerjasama / berkolaborasi.
Kemudian apakah hasilnya efektif ? tentu sangat efektif
karena dengan Kurikulum Merdeka yang benar-benar menghargai dan memanusiakan
peserta didik dan aksi 4-si ini bisa membuat pembelajaran menjadi bermakna dan
menyenangkan sehingga kami banyak mendapat respon dari orangtua peserta didik,
rekan pendidik / kepala sekolah dari satuan lain bahwa kondisi satuan kami
terasa seperti rumah dan kebersihan serta kenyamanannya benar-benar dijaga
sehingga membuat impian kami menjadi Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang dengan
KuMer (Kurikulum Merdeka) bisa menjadi nyata dan itu yang kami rasakan hingga
saat ini, sehingga banyak dampak positif yang kami peroleh dari menjalankan
atau mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di TK PAUD Negeri Percontohan
Enrekang, antara lain :
a.
Anak-anak
semakin antusias dan senang hadir ke sekolah.
b.
Pendidik
semakin kreatif dalam merancang pembelajaran dan memfasilitasi kegiatan bermain
anak.
c.
Sekolah
banyak mendapat kunjungan dari PAUD lain yang ingin melihat langsung perubahan
satuan pendidikan kami setelah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
d.
Pendidik
lebih antusias untuk selalu belajar dan bekerjasama melakukan aktivitas
mempersiapkan diri untuk mefasilitasi anak-anak.
e.
Kami
bersyukur bisa mendampingi teman-teman yang ingin belajar tentang Kurikulum
Merdeka mulai dari mempelajari struktur, menyusun perangkat ajar hingga
bagaimana mendesain pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka ini.
f.
Tepat
6 bulan menggunakan Kurikulum Merdeka kami memperoleh Akreditasi Satuan PAUD
dengan predikat A (Unggul)
g.
Tahun
2022 kami dinyatakan lolos satu-satunya PAUD di Kabupaten Enrekang sebagai Sekolah Penggerak Angkatan 3 (Tiga).
h.
Harapan
yang paling utama adalah kini kami mendapat kepercayaan untuk mendidik
dan mengasuh anak-anak : Tahun 2021 sebanyak 30
anak, Tahun 2022 dan 2023 sebanyak 67 anak dan Tahun 2024 sebanyak 97 anak.
Yang menjadi faktor pendukung dari keberhasilan dengan
menjadikan Kurikulum Merdeka sebagai jembatan untuk menjadikan TK PAUD Negeri
Percontohan Enrekang menjadi Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang dengan KuMer 4-si
antara lain :
1)
Kemauan
untuk terus bergerak dan menggerakkan demi kemajuan dunia pendidikan khusunya
Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Fase Fondasi.
2)
Komitmen
untuk terus berperan dalam memajukan dunia pendidikan dimulai dengan
menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan
kondusif walau harus berkorban tenaga dan materi pribadi
demi anak bangsa yang bahagia.
3)
Partisipasi
pendidik yang terus berkolaborasi bersama untuk kemajuan satuan pendidikan
kami.
4)
Dukungan
orangtua dan komunitas yang selalu membersamai dan memberikan dukungan untuk
semua kegiatan yang kami lakukan.
5)
Bantuan
dari Pemerintah dari segi pendanaan dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah
yang kami manfaatkan dengan melihat kenbutuhan peserta didik.
6)
Dukungan
Teknologi yang sangat membantu percepatan untuk memperoleh referensi, bahan
ajar, panduan dan hal-hal yang dibutuhkan untuk percepatan dengan Kurikulum
Merdeka ini.
7)
Sistem
Pengawasan dan Evaluasi oleh Pengawas Sekolah dan Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Enrekang yang selalu memantau dan mengikuti perkembangan
satuan pendidikan kami.
Sebagai penutup, dengan mengikuti
kegiata Jambore GTK Hebat 2024 sebagai Kepala Sekolah adalah karena ingin menyemangati
diri sendiri dan menyemangati para pendidik yang ada dimanapun bahwa impian itu
walau seberat apapun akan menjadi nyata dengan niat yang lurus dan tulus
kemudian komitmen yang kuat dan kemudian didorong dengan doa-doa karena
seyogianya “ Berkontibusi di dunia pendidikan itu bukan tentang apa yang
akan kita peroleh tetapi tentang apa yang telah kita berikan ”. Salam dari
Enrekang, salam dari TK PAUD Negeri Percontohan dan salam dari Rumah Ke-2 Anak
Bahagia Enrekang.