This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, January 31, 2026

Rapat Pembentukan Panitia TPN XIII Tahun 2026

 



Enrekang, 31 Januari 2026, bertempat di Ideology Cafe, Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) kab. Enrekang melaksakan rapat pengurus untuk pembentukan panitia TPN XIII. Kegiatan berlangsung dalam dua mode yaitu daring dan luring. Pengurus yang tidak sempat hadir mengikuti rapat melalui aplikasi ruang virtual di Gmeet. Rapat ini diselenggarakan sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII di Kabupaten Enrekang. Rapat difokuskan pada penyusunan struktur kepanitiaan inti dan penetapan teknis pelaksanaan sesuai dengan panduan TPN XIII (Guru Belajar Foundation).

                                                                    (Peserta daring)


Berdasarkan musyawarah dan mufakat, telah diambil beberapa keputusan strategis sebagai berikut:

1. Penetapan Waktu dan Tempat Pelaksanaan Disepakati bahwa puncak perayaan belajar TPN XIII     Daerah Kab. Enrekang akan dilaksanakan pada:

    Hari/Tanggal: Sabtu, 13 Juni 2026

    Tempat: SMP Negeri 1 Enrekang

2. Penetapan Target Capaian (Level TPN) Panitia menyepakati target pelaksanaan TPN XIII Kab. Enrekang berada pada LEVEL 3. Sesuai kriteria Level 3, panitia akan mengajukan permohonan untuk mendapatkan surat rekomendasi/dukungan resmi dari Dinas Pendidikan/Pemerintah Daerah kab. Enrekang serta memastikan kehadiran peserta sesuai kuota yang ditetapkan.

3. Struktur Panitia Inti (Core Team) Telah ditunjuk dan disepakati nama-nama berikut sebagai koordinator divisi utama untuk mengawal persiapan hingga pelaksanaan:
       Ketua TPN Daerah        : Arsiah, S.Pd., M.M.
       Divisi Program               : Hj. Cahaya Daeng Bulan, S.Pd., M.Pd.
      Tanggung jawab         : Merancang alur kelas kemerdekaan, kelas kompetensi, dan kurasi pembicara.

       Divisi Operasional    : Alimus Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd.
       Tanggung jawab    : Memastikan kesiapan venue (SMPN 1 Enrekang), logistik, dan teknis lapangan.

        Divisi Kerja Sama (Partnership) : Hj. Yenni Herman, S.Pd., M.Pd.
      Tanggung jawab: Menjalin hubungan dengan Dinas Pendidikan, organisasi profesi, dan komunitas lain (syarat Level 3).
    
        Divisi Komunikasi: Darmawati, S.Pd., M.Pd
        Tanggung jawab: Publikasi acara, kampanye di media sosial, dan dokumentasi.

        Divisi Fundraising: Hariati Darwis, S.Pd.
        Tanggung jawab: Mengelola anggaran dan pencarian dana mitra.

4. Administrasi Kepanitiaan Nama-nama anggota panitia pendukung lainnya (relawan/fungsional) akan disusun lebih lanjut oleh masing-masing koordinator divisi dan akan ditetapkan secara resmi dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Panitia Pelaksana TPN XIII Kab. Enrekang.

III. RENCANA TINDAK LANJUT (ACTION PLAN)
Penyusunan SK: Sekretaris/Ketua segera menyusun draf SK Panitia lengkap.
Audiensi: Divisi Kerja Sama segera menjadwalkan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Enrekang untuk pemenuhan syarat Level 3 (Dukungan Pemerintah).

Dengan terbentuknya panitia, diharapkan pelaksanaan TPN XIII akan mengulang kesuksesan TPN XII tahun lalu, bahkan akan lebih sukses dengan level yang meningkat. Dukungan Pemerintah Daerah juga sangat diharapkan dalam hal  ini Dinas Pendidikan Kab. Enrekang dan Provinsi Sulawesi Selatan. TPN XIII juga akan tetap melibatkan  kerjasama dengan pihak swasta sebagai sponsor pada puncak kegiatan. (admin) 

#Panjang_Umur_perjuangan

#Guru_hebat_guru_belajar

Tuesday, January 27, 2026

Belajar dan Tumbuh Bersama Part 1

 


Enrekang, 27 Januari 2026, Pukul 20.00-22.30. Bertempat di ruang Google Meeting, sebuah kelas daring telah terlaksana. Dipimpin oleh ketua KGBN kab. Enrekang, Mustamin,  membahas tentang bagaimana cara mengakses modul belajar di karier.mu. 

Peserta yang hadir sebanyak delapan orang dibimbing oleh ibu Arsiah belajar step by step untuk mempelajari 2 modul utama yaitu modul "menjadi guru belajar" (https://bit.ly/menjadigurubelajar-GBF)  dan "menjadi pemimpin pembelajaran" (https://bit.ly/menjadipemimpinbelajar-GBF) . Proses belajar berjalan dengan serius tapi santai. Para peserta menyimak dengan serius dan langsung mempraktikkan. Beberapa kendala muncul misalnya voucher belajar yang sudah kadaluarsa. Akan tetapi hambatan tersebut dengan segera bisa diatasi. 

Pembelajaran ditutup dengan diskusi ringan. Salah seorang peserta, pak Salman (guru SMAN 4 Maiwa) membuka diskusi dengan sebuah pertanyaan reflektif: "Mengapa guru-guru muda (oknum) cenderung ogah-ogahan belajar atau meningkatkan kompetensinya?". Diskusi berlanjut dengan pembahasan tersebut, dan ditutup oleh kalimat bijak Ibu Hajah Hadijah, "Tidak masalah, walaupun cuma berhasil mengajak 3-4 orang untuk belajar, itu sudah sangat luar biasa."

Tanggungjawab majunya pendidikan di Indonesia akan selalu berpindah dari generasi ke generasi, dari guru satu ke guru lainnya, mari memilih untuk menjadi guru belajar, guru yang tidak pernah berhenti belajar dan meningkatkan kompetensi serta menularkan semangat belajar kepada guru generasi berikutnya. (Darmawati). 


Jambore GTK Hebat, Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang

 



PENDAHULUAN

 

A.     Latar Belakang

Kurikulum Merdeka yang merupakan episode lima belas (15) dari Program Merdeka Belajar adalah langkah awal bagi para pendidik untuk berbenah dan melakukan perubahan tentang bagaimana membelajarkan peserta didik. Diluncurkan sejak 2022 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang kemudian menetapkan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar mereka. Pada bulan April tahun 2021 memulai tanggungjawab baru yang telah diberikan kepada saya untuk memimpin sekaligus merintis satuan pendidikan yang baru. Kondisi awal satuan pendidikan yang baru akan dirintis dengan asset seadanya maka dengan program baru pemerintah tersebut, saya jadikan motivasi untuk melakukan langkah cepat agar bisa langsung aktif di tahun pertama berdirinya satuan pendidikan ini. Setelah lengkap dari segi administrasi dan sudah ada tim yang akan menjadi rekan kerja saya dalam memimpin satuan ini maka saya masih sangat butuh dukungan dari berbagai pihak untuk mengantar satuan pendidikan yang diamanahkan kepada saya yaitu TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang. Dengan nama “Percontohan” merupakan tantangan untuk menyesuaikan dengan realisasinya sebagai TK Percontohan yang ada di Kabupaten Enrekang. Penting untuk melakukan perubahan segera agar bisa memfasilitasi  kegiatan dan menjadikan satuan pendidikan ini sebagai rumah kedua untuk anak-anak bahagia Enrekang dan dengan Kurikulum Merdeka 4-si saya optimis bisa mengantarkan lebih cepat untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagai pemimpin satuan pendidikan saya harus mulai memikirkan langka-langkah yang cepat dan tepat dengan menjadikan Kurikulum Merdeka sebagai jembatan yang kokoh untuk menjadikan satuan pendidikan kami sebagai rumah kedua yang membuat rindu dan bisa memotivasi teman-teman diluar sana bahwa dengan niat yang tulus, mau berkorban bisa menjadi kekuatan dibantu dengan Kurikulum Merdeka yang sangat berpihak pada kebahagiaan peserta didik. Alasan ini kemudian yang membuat saya ingin membagikan pengalaman praktik baik yang saya lakukan sebagai Kepala Sekolah untuk melakukan langka-langkah agar bisa mencapai tujuan kami dan Kurikulum Merdeka 4-si sebagai jembatannya walau dengan usia satuan yang masih sangat muda.

 

B.      Tantangan

Tantangan bagi saya dalam mewujudkan mimpi menjadikan satuan  kami menjadi Rumah Kedua Anak Bahagia Enrekang dengan KuMer 4-si antara lain :

1.     Persepsi/cara pandang rekan-rekan pendidik yang merupakan tim satuan pendidikan kami yang belum semua memiliki pemahaman dan cara pandang yang sama menyikapi kurikulum nasional yang baru ini.

2.     Sarana dan Prasarana di awal berdirinya satuan pendidikan ini yang belum bisa untuk mengakomodir kegiatan belajar bermain anak dengan maksimal terutama dari segi dana.

3.     Semangat tim yang naik turun dikarenakan kondisi yang masih baru sehingga masih sangat terbatas untuk melakukan pergerakan. Perubahan yang ingin dilakukan ini membuat kami berpikir lebih keras sehingga kadang mengakibatkan stres diantara kami tim satuan pendidikan TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang.

4.     Kepercayaan dari masyarakat untuk memasukkan anaknya ke satuan pendidikan kami saat awal berdirinya sangat kurang karena mereka beranggapan bahwa satuan pendidikan kami terbilang baru jadi dianggap belum bisa setara dengan satuan-satuan pendidikan yang lain.

 

Adapun yang terlibat dalam proses praktik baik yang saya lakukan, dan sangat membantu upaya untuk mewujudkan mimpi kami, antara lain:

1.     Pemerintah Pusat, yang telah memfasilitasi gedung dan beberapa sarana dan prasarana dasar untuk menjalankan satuan pendidikan ini.

2.     Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang yang memberikan saya kesempatan untuk memimpin satuan pendidikan ini dan memberikan kesempatan-kesempatan untuk banyak belajar tentang pengembangan satuan pendidikan.

3.     Rekan pendidik yang secara bergotong royong dan berkolaborasi untuk menghadapi semua situasi hingga bisa sampai pada kondisi saat ini.

4.     Masyarakat yang pada awal berdirinya satuan pendidikan ini mau mempercayakan anaknya kepada kami.

5.     Mitra toko yang memberikan saya kepercayaan untuk melengkapi fasilitas kami dengan cara yang lebih dimudahkan dengan sistem bayar kemudian.

6.     Mitra kesehatan dalam hal ini Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kota yang membantu kami untuk memantau tumbuh kembang anak.

7.     Pengawas Sekolah yang selalu memantau dan memberi masukan untuk perkembangan satuan pendidikan  kami.

8.     Keluarga yang memberi dukungan tenaga, pikiran dan materi yang siap kami angkut barang-barang yang tidak terpakai di rumah untuk melengkapi fasilitas di satuan pendidikan kami.

Jangan Alergi dengan Perubahan…Ikhlas dan Tulus kuncinya

 

 


A K S I 

( JURUS JITU 4-si )

 

Langkah-langkah atau jurus jitu yang saya lakukan agar bisa mewujudkan Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang dengan KuMer ( Kurikulum Merdeka ) adalah dengan aksi 4-si yaitu :

1)    Menginisiasi

Agar tujuan untuk menjadikan satuan pendidikan menjadi rumah kedua anak selalu bahagia dengan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka maka sebagai Kepala Sekolah saya selalu menginisiasi perubahan-perubahan yang perlu untuk segera diambil agar semakin dekat dengan impian kami.

2)    Memfasilitasi

Agar segala sesuatu berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan maka sebagai pimpinan satuan pendidikan saya harus berupaya terlebih dahulu untuk memfasilitasi semua kebutuhan satuan pendidikan, pendidik dan para peserta didik. Pada bagian ini kami tidak khawatir untuk menggunakan dana pribadi terlebih dahulu karena kami yakin dengan kondisi sekolah yang bersih, nyaman dan menyenangkan maka akan menarik minat para orangtua untuk menitip dan menyekolahkannya di satuan kami.

3)    Berkolaborasi

Impian saya untuk menjadikan satuan pendidikan kami menjadi Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang dengan KuMer ( Kurikulum Merdeka ) 4-si tidak akan berhasil jika tidak dilakukan bersama-sama semua pihak satuan pendidikan . Saya berkolaborasi dengan berbagai pihak antara lain Dinas Pendidikan, Pengawas, Pendamping Satuan, Masyarakat / Komite, Mitra-mitra dan yang paling penting rekan sesama Pendidik yang banyak mengorbankan waktu, tenaga dan fikiran untuk bisa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka agar bisa mewujudkan tujuan bersama yaitu membuat anak-anak bahagia.

4)    Refleksi

Dari awal berdirinya dan kini berusia 3 tahun 5 bulan mengalami banyak perjalanan dan kadang naik kadang turun dan untuk bisa terus berbenah mencari apa yang masih perluh untuk diperbaiki dan apa yang sudah berjalan dengan baik maka saya selalu melakukan refleksi secara rutin dan berkesinambungan. Hal ini kami lakukan 1 (satu) kali dalam sepekan dan paling lama 1 (satu) kali dalam 2 (dua) pekan, namun tidak menutup kemungkinan jika dibutuhkan refleksi karena sesuatu yang insidental maka kami akan melakukannya segara di Kombel SIAP + B yang merupakan wadah kami menyelesaikan semua tantangan dan tempat belajar bersama.

 

Dengan jurus jitu aksi 4-si ini saya kemudian bisa mengatasi tantangan yang muncul dalam perjalanan menjadikan satuan pendidikan kami menjadi Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang dengan KuMer (Kurikulum Merdeka) 4-si antara lain tantangan menyamakan persepsi tim dilakukan dengan banyak melakukan inisiasi agar rekan-rekan mau selalu memperbaharui pengetahuan dan saling mendukung untuk meminimalisir kekurangan masing-masing. Dalam hal sarana dan prasarana saya menginisiasi untuk bekerja sama dengan beberapa pihak yang percaya dengan saya dan juga dengan keluarga yang bisa memberikan dukungan dari segi sarana dan prasarana. Karena usaha tersebut proses fasilitasi di satuan pendidikan saya terbilang cepat ditambah lagi di tahun kedua kami sudah memperoleh dukungan dari Pemerintah dalam bentuk bantuan BOP PAUD Reguler dan juga BOP Kinerja karena satuan kami terpilih sebagai satu-satunya  Sekolah Penggerak Angkatan 3 di Kabupaten Enrekang jenjang PAUD. Dalam perjalanannya tentu semangat bisa naik dan turun dan dengan semangat kolaborasi kami selalu saling menyemangati dan mendukung satu sama lain jika memperoleh kendala dan dengan rekleksi itulah kami banyak menyelesaikan masalah, mendapatkan inspirasi dari praktik baik yang dilakukan teman dan juga menjadi jalan membentuk Komunitas Belajar Satuan kami yang disebut Kombel SIAP + B ( Sigap, Inovatif, Aktif dan Peduli ditambah harus Bahagia ).

Sumber Daya yang saya gunakan untuk mendukung praktik baik ini antara lain :

a.     Sumber Daya Manusia : Tim TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang mulai dari Kepala Sekolah, Pendidik, Operator dan Pengawas Sekolah.

b.     Kurikulum Merdeka : Buku Panduan Kurikulum Merdeka, Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), Modul Ajar, Modul Proyek dan Instrumen Asesmen yang saling berhubungan dan bersifat fleksibel sesuai kebutuhan satuan pendidikan dan peserta didik.

c.     Teknologi : Akse Internet, Laptop, Proyektor dan Platform Pembelajaran Online ( PMM, PAUD PEDIA, Rumah Belajar ).

d.     Sumber Daya Keuangan : Dana Sekolah dari Masyarakat, Bantuan Operasional Sekolah ( Reguler dan Kinerja ).

e.     Kemitraan : Toko Pendukung / Sponsor Sekolah, Mitra Kesehatan, Gugah Nurani Indonesi (GNI) yang menjadikan satuan pendidikan kami sebagai role mode satuan pendidikan berkualitas.

f.     Komunikasi Efektif Internal dan eksternal (Pihak Sekolah dengan Pemerintah).






PENUTUP

REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK 

A.     Hasil

Dari perubahan dengan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka 4-si untuk menjadikan satuan pendidikan kami menjadi Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang memberikan hasil signifikan dan banyak memberikan manfaat langsung untuk keberlangsungan satuan pendidikan TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang, antara lain :

1.     Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang , Modul Ajar, Modul Proyek dan Instrumen siap membersamai untuk menjalankan Kurikulum Merdeka ini.

2.     Pembelajaran dengan berbasis IT sudah dilakukan pendidik untuk mengantar anak terbiasa dengan teknologi.

3.     Peserta didik kini bebas mengekspresikan ide-idenya.

4.     Pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah untuk kegiatan pemeblajaran sehingga anak tidak selalu belajar / bermain di dalam kelas saja.

5.     Kegiatan disesuaikan dengan kelender berjalan dan kondisi daerah Enrekang.

6.     Anak-anak sudah terbiasa tampil sesuai dengan apa yang mereka sukai.

7.     Anak-anak juga berani dan terlatih tampil di depan teman dan orang banyak.

8.     Anak-anak bisa membuat karya atau menampilkan karya dengan bekerjasama / berkolaborasi.

Kemudian apakah hasilnya efektif ? tentu sangat efektif karena dengan Kurikulum Merdeka yang benar-benar menghargai dan memanusiakan peserta didik dan aksi 4-si ini bisa membuat pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan sehingga kami banyak mendapat respon dari orangtua peserta didik, rekan pendidik / kepala sekolah dari satuan lain bahwa kondisi satuan kami terasa seperti rumah dan kebersihan serta kenyamanannya benar-benar dijaga sehingga membuat impian kami menjadi Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang dengan KuMer (Kurikulum Merdeka) bisa menjadi nyata dan itu yang kami rasakan hingga saat ini, sehingga banyak dampak positif yang kami peroleh dari menjalankan atau mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang, antara lain :

a.     Anak-anak semakin antusias dan senang hadir ke sekolah.

b.     Pendidik semakin kreatif dalam merancang pembelajaran dan memfasilitasi kegiatan bermain anak.

c.     Sekolah banyak mendapat kunjungan dari PAUD lain yang ingin melihat langsung perubahan satuan pendidikan kami setelah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

d.     Pendidik lebih antusias untuk selalu belajar dan bekerjasama melakukan aktivitas mempersiapkan diri untuk mefasilitasi anak-anak.

e.     Kami bersyukur bisa mendampingi teman-teman yang ingin belajar tentang Kurikulum Merdeka mulai dari mempelajari struktur, menyusun perangkat ajar hingga bagaimana mendesain pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka ini.

f.      Tepat 6 bulan menggunakan Kurikulum Merdeka kami memperoleh Akreditasi Satuan PAUD dengan predikat A (Unggul)

g.     Tahun 2022 kami dinyatakan lolos satu-satunya PAUD di Kabupaten Enrekang  sebagai Sekolah Penggerak Angkatan 3 (Tiga).

h.     Harapan yang paling utama adalah kini kami mendapat kepercayaan untuk mendidik dan mengasuh anak-anak :  Tahun 2021 sebanyak 30 anak, Tahun 2022 dan 2023 sebanyak 67 anak dan Tahun 2024 sebanyak 97 anak.

Yang menjadi faktor pendukung dari keberhasilan dengan menjadikan Kurikulum Merdeka sebagai jembatan untuk menjadikan TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang menjadi Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang dengan KuMer 4-si antara lain :

1)    Kemauan untuk terus bergerak dan menggerakkan demi kemajuan dunia pendidikan khusunya Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Fase Fondasi.

2)    Komitmen untuk terus berperan dalam memajukan dunia pendidikan dimulai dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan kondusif walau harus berkorban tenaga dan materi pribadi demi anak bangsa yang bahagia.

3)    Partisipasi pendidik yang terus berkolaborasi bersama untuk kemajuan satuan pendidikan kami.

4)    Dukungan orangtua dan komunitas yang selalu membersamai dan memberikan dukungan untuk semua kegiatan yang kami lakukan.

5)    Bantuan dari Pemerintah dari segi pendanaan dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah yang kami manfaatkan dengan melihat kenbutuhan peserta didik.

6)    Dukungan Teknologi yang sangat membantu percepatan untuk memperoleh referensi, bahan ajar, panduan dan hal-hal yang dibutuhkan untuk percepatan dengan Kurikulum Merdeka ini.

7)    Sistem Pengawasan dan Evaluasi oleh Pengawas Sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang yang selalu memantau dan mengikuti perkembangan satuan pendidikan kami.

Sebagai penutup, dengan mengikuti kegiata Jambore GTK Hebat 2024 sebagai Kepala Sekolah adalah karena ingin menyemangati diri sendiri dan menyemangati para pendidik yang ada dimanapun bahwa impian itu walau seberat apapun akan menjadi nyata dengan niat yang lurus dan tulus kemudian komitmen yang kuat dan kemudian didorong dengan doa-doa karena seyogianya “ Berkontibusi di dunia pendidikan itu bukan tentang apa yang akan kita peroleh tetapi tentang apa yang telah kita berikan ”. Salam dari Enrekang, salam dari TK PAUD Negeri Percontohan dan salam dari Rumah Ke-2 Anak Bahagia Enrekang.