PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
TK
PAUD Negeri Percontohan Enrekang merupakan TK Negeri kedua yang berdiri di
Kabupaten Enrekang sekaligus menjadi satuan PAUD percontohan bagi
lembaga-lembaga PAUD lainnya di wilayah ini. Sebagai satuan rujukan, kami
memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjadi contoh dalam
menghadirkan pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan selaras dengan semangat transformasi.
Percepatan
perubahan menjadi sebuah keniscayaan. Kami tidak bisa berjalan lambat di tengah
arus transformasi pendidikan yang terus bergerak maju. Justru, kami harus
berada di garis depan dan menjadi laboratorium praktik baik yang bisa
menginspirasi satuan-satuan PAUD lainnya di Kabupaten Enrekang. Karena itu,
setiap langkah inovasi, refleksi, dan aksi kolaboratif di TK PAUD Negeri
Percontohan Enrekang selalu diarahkan agar bisa menjadi cerminan nyata dari
semangat perubahan yang berpihak pada anak.
Menjadi
kepala sekolah di era transformasi pendidikan berarti siap berubah, siap
mendengar, dan siap bertumbuh bersama. Peran kepala sekolah tidak lagi sebatas
pengelola, melainkan penggerak perubahan, penyemangat, dan inspirasi.
Di
TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang, saya menemukan makna kepemimpinan yang
baru yaitu kepemimpinan yang hidup, membumi, dan kolaboratif. Saya menyebutnya
“Jubah Seribu Peran”, karena setiap hari saya bisa menjadi siapa pun yang
dibutuhkan oleh satuan, antara lain bisa sebagai narasumber, pendamping,
peserta, teman diskusi, teman cerita dan mencari solusi bahkan bisa menjadi
pengganti guru menemani dan memfasilitasi anak-anak melakukan kegiatan
pembelajaran.
Semua
peran ini melebur dalam satu wadah bernama Bengkel SIAPP (Sigap, Inovasi, Aktif,
Produktif, dan Peduli), tempat kami bersama-sama bergerak dari refleksi menuju
aksi, berlandaskan semangat budaya Enrekang Sulawesi Selatan yaitu SIPA: Sipakatau
(saling memanusiakan), Sipakalebbi’ (saling memuliakan), dan Sipakainge’
(saling mengingatkan).
Awal
perjalanan ini tidak selalu mudah. Saat memimpin, saya menemukan guru-guru
dengan semangat yang beragam. Ada yang antusias mengikuti perubahan, ada pula
yang masih ragu menghadapi kebaruan dalam Kurikulum ditambah lagi dengan
pendekatan yang akan digunakan yaitu pendekatan pembelajaran mendalam (deep
learning).
Di
saat bersamaan, satuan kami juga berkomitmen mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat, yang menekankan pembelajaran bermakna, berkarakter, dan
kolaboratif. Saya sadar, agar gerakan ini dapat hidup di sekolah, guru harus
merasakan semangat perubahan secara nyata dan menyenangkan. Maka, saya tidak
berdiri di depan memberi perintah. Saya memilih berjalan bersama dan menjadi
bagian dari proses belajar itu sendiri.
B.
Tantangan
Beberapa tantangan yang saya hadapi dalam
melakukan transformasi terhadap keterbaruan di dunia Pendidikan khususnya di
Satuan PAUD kami, antara lain :
1. Menjaga
semangat guru agar stabil dan berkelanjutan. Guru butuh ruang tumbuh yang aman,
tempat mereka bisa bereksperimen tanpa takut salah.
2. Membumikan
keterbaruan pembelajaran. Bagaimana membawa konsep “pembelajaran mendalam” agar
benar-benar hidup di kelas, bukan sekadar istilah dalam dokumen RPP.
3.
4. Menjadikan
Bengkel SIAPP bukan sekedar forum belajar, tetapi ruang refleksi dan gerak
bersama bertransformasi sigap mengikuti keterbaruan.
ISI
A K S I
Perubahan tidak akan berarti tanpa
langkah nyata. Setelah melalui refleksi mendalam bersama tim, saya menyadari
bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang memberi arah, tetapi juga tentang
menciptakan ruang agar setiap orang bisa bergerak dan bertumbuh. Saya memilih
untuk tidak menjadi pusat, melainkan menjadi penggerak yang menyalakan semangat
di sekitar saya. Dari sanalah berbagai langkah konkret lahir dan langkah yang
kami jalankan bersama di Bengkel SIAPP sebagai wujud nyata dari kepemimpinan
kolaboratif dengan semangat SIPA.
1. Mendorong
Lahirnya Bengkel SIAPP
Saya memfasilitasi terbentuknya Bengkel
SIAPP bukan sebagai ketua, melainkan sebagai penggerak di balik layar. Saya
memastikan ruangnya hidup, agendanya relevan, dan energinya terjaga. Guru-guru
menjadi pengelola utama, sementara saya hadir sebagai pendukung dan penyalur
semangat. Bengkel inilah tempat kami “Beraksi” yaitu dari membiasakan
ber-refleksi kami melakukan aksi mengikuti keterbaruan dan mencari solusi
bersama dari kendala-kendala yang muncul dalam perjalanan kami bertransformasi.
2. Memakai Jubah Seribu Peran
Saya belajar
untuk hadir dalam berbagai bentuk, antara lain :
1)
Sebagai peserta saya belajar/diskusi
pada pelatihan-pelatihan, saya duduk di antara guru, belajar hal baru, membuka
diri terhadap perubahan.
2)
Sebagai teman diskusi,
saya mendengarkan cerita dan tantangan mereka dengan hati terbuka.
3)
Sebagai narasumber, saya
berbagi praktik dan pengalaman yang bisa menginspirasi.
4)
Sebagai pendorong, saya
hadir saat semangat menurun, menyalakan kembali bara motivasi.
5)
Sebagai pendidik, saya
tetap turun sesekali ke kelas-kelas, memastikan setiap perubahan benar-benar
sampai ke anak-anak.
Namun,
jubah yang saya kenakan tidak berhenti di sana. Sebagai kepala sekolah di PAUD,
saya juga kerap menjadi satpam yang memastikan keamanan lingkungan belajar,
pemantau CCTV yang menjaga ketertiban, sekaligus tukang bersih-bersih saat
sekolah butuh tangan tambahan. Kadang saya menjelma menjadi tukang dekorasi
yang menata sudut kelas agar lebih hidup, tukang kebun menata taman sekolah
agar indah dan hijau atau teknisi kecil yang memperbaiki alat permainan yang
rusak. Semua peran itu saya jalani dengan bangga, karena setiap tindakan kecil
yang saya lakukan adalah bagian dari cinta saya kepada sekolah dan anak-anak di
dalamnya.
3. Menghidupkan Gerakan 7 Kebiasaan
Anak Indonesia Hebat
Melalui Bengkel SIAPP, kami
menginternalisasi tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam aktivitas
sehari-hari dengan menciptakan program dengan nama Inreka Ceria (Indahnya
Enrekang Cerdas,
Religius, Inovatif
dan Aktif) yang rutin dilakukan
sebelum melakukan kegiatan bermain di kelas dengan kegiatan rutin:
a) Senin
: “SENYUM” (Senin Nyaman, Upacara,
Saling Menyayangi)
b) Selasa
: “SELASIH” (Selasa Literasi,
Simak dan Hikmah)
c) Rabu
: “RAMAH” (Rabu Menambah
Hati)
d) Kamis
: “KATASUKA” (Kamis Tradisi
Suka Kami)
e) Jumat
: “JUBELI YUKMA” (Jumat Bersih Lingkungan,
Yuk Makan
Bergizi Bersama)
Dan
setiap harinya pada setiap program diawali dengan “PAGI CERIA” yang diawalai
dengan senam pagi bersama, berdoa kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan
melafazkan Pancasila kemudian dilanjutkan dengan program harian dengan durasi
singkat tetapi rutin dan berulang-ulang.
4. Menjaga Nilai SIPA dalam
Setiap Langkah
SIPA (Sipakatau,
Sipakalebbi’, dan Sipakainge’) menjadi roh dalam kepemimpinan saya.
ü Sipakatau dengan menghargai setiap guru dan anak-anak sebagai
pribadi yang berharga salah satu aksi konkretnya saat
pembagian tugas kegiatan sekolah, saya menyesuaikan dengan keunikan
masing-masing guru, siapa yang suka dekorasi, siapa yang telaten dengan
anak-anak, siapa yang senang dokumentasi.
ü Sipakalebbi’ dengan memberi apresiasi pada setiap usaha kecil
yang membawa kemajuan. Aksi konkretnya yang rutin saya lakukan adalah dengan
memberikan apresiasi mulai dari usahanya mendesain kelasnya, menjaga kebersihan
dan kegiatan-kegiatan inspiratif. Dan puncaknya kami melakukan lomba-lomba pada
perayaan Hari Guru Nasional.
ü Sipakainge’ dengan saling mengingatkan ketika mulai pudar atau
kabur makna agar selalu menuju visi bersama. Aksi konkretnya diawali dengan
saya selalu membuka diri untuk diingatkan dan guru boleh memberi masukan bila
kebijakan saya dirasa kurang tepat.
“ tidak takut lagi sama perubahan “
REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK
A.
Hasil dan
Dampak
Dari
perjalanan ini, saya belajar bahwa kepemimpinan sejati bukan soal banyaknya
perintah yang dikeluarkan, tetapi tentang berapa banyak ruang yang kita
ciptakan untuk orang lain tumbuh. Dengan “Jubah Seribu Peran” mengajarkan saya
untuk lentur, belajar tanpa henti, dan selalu siap berganti posisi demi
keberhasilan bersama.
Bengkel
SIAPP telah menjadi wadah refleksi yang melahirkan aksi nyata. Guru-guru lebih
percaya diri, anak-anak lebih bahagia, dan pembelajaran menjadi lebih hidup. Semangat
SIPA membuat perubahan terasa lebih manusiawi. Tidak ada yang tertinggal, tidak
ada yang terpaksa dan semua bergerak karena merasa dihargai, dimuliakan, dan
diingatkan dengan kasih.
Secara
nyata dengan Jubah Seribu Peran di Bengkel SIAPP beraksi kepemimpinan
kolaboratif dengan semangat SIPA ini memberikan hasil signifikan dan banyak memberikan manfaat langsung untuk
keberlangsungan satuan pendidikan TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang, antara
lain :
1. Kurikulum Satuan Pendidikan TK PAUD Negeri Percontohan
Enrekang , Rencana Pembelajaran dan Instrumen Assesmen siap selalu sesuai dengan
pedoman terbaru.
2. Pembelajaran mengikuti
pendekatan yang baru yaitu dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam
3. Guru-guru
tidak lagi khawatir jika ada regulasi, perubahan kurikulum, pendekatan dan hal-hal
lain terkait Pendidikan di PAUD karena yakin kami bisa berkolaborasi di Bengkel
SIAPP kami.
4. Budaya
SIPA berakar dan berkembang pada setiap aktivitas kami bahkan sampai pada anak
didik kami sebagai penerus budaya.
Kemudian apakah hasilnya efektif ? tentu sangat efektif
karena dengan Jubah Seribu Peran di Bengkel SIAPP
beraksi kepemimpinan kolaboratif dengan semangat SIPA ini benar-benar bisa menjadi jubah
berinteraksi dengan semua yang ada di Satuan kami baik yang ada di dalam satuan
maupun sekitar satuan kami. Dengan Jubah Seribu Peran di Bengkel SIAPP beraksi
kepemimpinan kolaboratif dengan semangat SIPA ini tidak hanya bisa membuat saya
merangkul guru-guru tetapi juga komite dan para orangtua sebagai mitra kami.
Sebagai penutup, perjalanan
Bengkel SIAPP di TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang adalah kisah perubahan
yang lahir dari hati dan tumbuh melalui kebersamaan. Tidak ada yang instan
dalam transformasi Pendidikan, semuanya bermula dari kemauan kecil untuk
memperbaiki diri. Kini, ruang guru kami hidup kembali. Guru-guru berdiskusi,
berbagi ide, dan tertawa bersama. Mereka tidak lagi takut mencoba hal baru.
Anak-anak pun menunjukkan perubahan: lebih berani, percaya diri, dan senang
belajar. Gerakan 7 Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat kini bukan sekadar slogan, tetapi napas dari setiap
kegiatan belajar di sekolah kami.
Sebagai
kepala sekolah, saya menyadari bahwa kepemimpinan bukan soal berdiri paling
depan, tetapi berjalan bersama dan bahkan kadang di belakang, untuk memastikan
semua bergerak maju. “Jubah Seribu Peran” bukan simbol kekuasaan, tetapi
lambang pengabdian. Saya belajar menjadi pelayan perubahan, pembelajar sejati
yang siap menjadi apa pun untuk kemajuan satuan saya.
Budaya SIPA adalah cahaya
yang menjaga arah langkah kami. Dengan Sipakatau, saya menanamkan
penghargaan. Dengan Sipakalebbi’, saya menumbuhkan semangat apresiasi.
Dengan Sipakainge’, saya memastikan tidak ada yang tertinggal dalam
perjalanan. Kini, setiap senyum anak dan semangat guru adalah bukti bahwa
Bengkel SIAPP Beraksi telah memberi makna baru dalam perjalanan kami: dari
refleksi menuju aksi, dari individu menuju kolaborasi, dari perubahan kecil menuju
gerakan besar.
“Bengkel SIAPP” bukan hanya ruang refleksi, tetapi rumah
pertumbuhan tempat di mana saya dan guru-guru belajar menjadi versi
terbaik diri kami. Dari ruang kecil di satuan kami, di Bengkel SIAPP inilah saya
menempa diri untuk siap melangkah lebih jauh. Saya siap membawa semangat
perubahan ini ke ruang yang lebih besar yaitu berbagi dengan teman-teman
pendidik PAUD di Kabupaten Enrekang melalui wadah-wadah kolaborasi seperti
Gugus dan Komunitas Belajar antar sekolah.
Kami percaya, ketika setiap kepala sekolah dan guru menyalakan satu
cahaya kecil perubahan, maka seluruh Enrekang akan terang bersama. Dari
refleksi menuju aksi, dari ruang kecil menuju gerakan besar.
Dari ruang kecil di TK PAUD Negeri Percontohan Enrekang, kami beraksi dengan
semangat SIPA, untuk mewujudkan Anak Hebat, Guru Merdeka, dan
Pendidikan Anak Usia Dini yang Bermakna.











This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSangat menginspirasi praktik baiknya Bu Kepsek.. Kadangkala seorang pemimpin harus menjadi bunglon untuk menemukan permasalahan. Dan menjadi tantangan pula dalam memberikan solusi terbaik. Sehat selalu dan terus menginspirasi
ReplyDelete